90 persen Industri TPT indonesia Diproduksi Didalam Negeri

TANGKASNews – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional terus menunjukkan kinerja yang positif baik di pasar domestik maupun ekspor.

 

“Selain itu, ekspor TPT juga mengalami kenaikan 2,71 persen sehingga menjadi USD 7,12 miliar sampai dengan Juli 2017,”  ujar Airlangga saat melakukan kunjungan kerja di PT Delami Garment Industries, Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/9).

 

Kemenperin, imbuh Airlangga , memproyeksikan, sampai akhir tahun 2017 ekspor TPT akan mencapai USD12,09 miliar dan pada tahun 2019 ditargetkan sebesar USD 15 miliar. “Peningkatan ekspor dan pasar domestik yang mulai menggeliat ini, ditandai dengan naiknya utilisasi produksi dari industri dalam negeri,” ucapnya.

 

Dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas di sektor strategis ini,  Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk mempermudah akses logistik dan menguatkan branding lokal.

 

“Saat ini, industri TPT kita sudah terintegrasi, 90 persen sudah diproduksi di dalam negeri. Untuk itu, peningkatan nilai tambah di Indonesia juga penting untuk memenuhi pasar domestik, selain ekspor,” terangnya.

 

Sedangkan guna melindungi merek nasional,  Menperin menambahkan Pemerintah Indonesia menggandeng Organisasi Hak Kekayaan atas Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organizational/WIPO). “Dalam hal ini, pemerintah akan segera mengesahkan keikutsertaan Indonesia dalam Protokol Madrid, yakni protokol tentang sistem pendaftaran hak intelektual internasional,”jelasnya.

 

Industri TPT , menurut Airlangga saat ini telah terintegrasi dengan klasifikasi dalam tiga area. “Pertama, sektor hulu yang didominasi menghasilkan produk fiber. Kedua, sektor antara, perusahaan-perusahaan yang proses produksinya meliputi spinning, knitting, weaving, dyeing, printing dan finishing. Ketiga, sektor hilir berupa pabrik garmen dan produk tekstil lainnya,” paparnya.

 

Red

Editor : Intan

Mungkin Anda juga menyukai