GAGAL, Pembangunan Infrastruktur Belum Mampu Bantu Industri Baja Lokal

MAHATANews – Pembangunan Infrastruktur yang tengah kejar tayang di tiga tahun pemerintahan Jokowi JK dinilai belum mampu memberikan peluang pertumbuhan Industri Baja lokal.

 

Pembangunan megaproyek Infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah ini ternyata masih menggunakan Baja impor dari negara China.

 

Prihal ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI Bambang Haryo Soekartono di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (27/10).

 

“Di sini baja juga begitu, ternyata yang dipakai itu baja-baja dari China, impor semua, karena baja lokal ini tidak bisa bersaing dengan mereka. Harusnya pemerintah menekankan dalam pembangunan infrastruktur mesti menggunakan baja-baja dalam negeri,”

papar Haryo.

 

Untuk itu , Haryo menegaskan program I frastruktur yang dilaksanakan Pemerintah saat ini dinilai gagal  dalam memeberikan intensif perputaran Ekonomi Nasional.

 

Selain itu,Haryo mengatakan Pembangunan Infrastruktur pemerintah ini tidak berhasil menyerap banyak tenaga kerja . “Ini juga tenaga kerja kita dari data yang ada malah mengalami penurunan yang terlibat di dadalam pembangunan itu,” ¬†imbuhnya.

 

Haryo mengungkapkan padahal di sektor Infrastruktur ini, negara telah menerima kucuran dana sebesar Rp 600 Triliun. “Negara telah menggelontorkan sekitar Rp600 triliun selama tiga tahun kepemimpinan pemerintahj Jokowi-JK. Idealnya, dana yang digelontorkan tersebut bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan

Mungkin Anda juga menyukai