Indofair 2017 Kemenperin, Promosi IKM Indonesia di Suriname

MAHATANEWS – Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan Indonesia dan Suriname bersinergi dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) melalui penyelenggaraan pameran terpadu Indofair 2017 yang digelar di Gedung Sana Budaya Complex, Paramaribo, Suriname.

 

Turut hadir dalam gelar open cereminy Indofair 2017 tersebut diantaranya Ibu Negara Suriname Ingrid Bouterse-Waldring, Menteri Perdagangan dan Industri Suriname Mohamed Faizel Noersalim, Menteri Tenaga Kerja Suriname Soewarto Moestadja, Duta Besar RI untuk Suriname Dominicus .

 

Selain sebagai sarana promosi produk-produk unggulan IKM, Gati menambahkan kegiatan ini juga berpeluang untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral.

 

“Hubungan persahabatan antara Indonesia dan Suriname telah terjalin dengan kuat, mengingat latar belakang budaya yang sama, terutama dari Jawa. Hal ini perlu disyukuri karena masyarakat Jawa di Suriname masih berusaha untuk menjaga budayanya agar selalu dibawa sebagai warisan dan tradisi masyarakat setempat,” tutur Gati dalam keterangan yang disampaikam Biro Humas Kemenperin, Jumat (3/11).

 

Gati menjelaskan Indofair merupakan event tahunan yang digagas oleh KBRI Paramaribo dan Komunitas Masyarakat Jawa Suriname (Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie) sejak tahun 1996.

 

“Pameran ini juga telah menjadi tempat favorit kalangan masyarakat Suriname, khususnya keturunan Jawa untuk saling bertemu dan menikmati budaya Indonesia. Tak hanya itu, masyarakat dari negara tetangga, French Guyana dan Guyana biasa menjadi pengunjung dalam pameran ini,” paparnya.

 

Lebih lanjut , Dirjen IKM menambahkan Indofair 2017 akan diadakan selama lima hari, mulai tangal 1-5 November dengan diikuti sebanyak 65 stan, yang dibuka pada pukul 18.00-23.00 waktu Suriname. Pada Indofair tahun lalu, tercatat nilai dagang untuk setiap stan berkisar USD 700-1.500 per harinya.

 

Menurutnya partisipasi IKM tanah air dalam ajang ini, i dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baik di Indonesia maupun Suriname. “Pada tahun 2015, ekspor terbesar Indonesia ke Suriname meliputi mesin, barang mekanik dan komponen lainnya yang mencapai USD1,9 juta dan diikuti oleh produk ikan dan krustasea USD1,2 juta,” ujarnya.

 

Tahun 2017 ini, imbuh Gati, Indonesia mengirimkan beberapa perwakilan IKM lokal potensial untuk ikut serta, diantaranya CV. Yudhistira (menampilkan produk furnitur), CV. Fola Furniture (furnitur dan kerajinan tangan), Kayana Batik and Art (kerajinan dan batik),  Nataya Batik (batik dan antik repro), Kelapa Budaya (kerajinan tangan kayu dan furnitur) serta beberapa produk makanan dan rempah-rempah untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia.

 

“Kami berharap partisipasi IKM dari Indonesia dapat memberikan nilai tambah di dalam acara ini. Demikian pula untuk IKM Indonesia, kegiatan ini bisa menjadi sarana untuk memperluas pasar dan produknya ke pasar internasional terutama Suriname,” tutupnya.

 

Red.

Editor : Intan

Mungkin Anda juga menyukai