Sektor Maritim Jadi Simbol Kekuatan Dan Kedaulatan Negara

MAHATANews -Bagi Indonesia, Sektor Maritim bukan saja untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, tapi juga sebagai simbol kekuatan dan kedaulatan negara, karena mampu menyatukan kepulauan indonesia.

 

Demikian yang disampaikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto dalam acara Peresmian Fasilitas Graving Dock PT. Samudra Marine Indonesia (SMI) Shipyard di Serang, Banten, Minggu (22/10).

 

 

Airlangga menambahkan dengan penambahan fasilitas baru, tentunya akan memacu kemampuan produksi di industri galangan kapal kita bisa berjalan .

 

Menperin mengaku optimis industri galangan kapal nasional akan semakin berdaya saing di tingkat global sejalan dengan peningkatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi terkini.

 

Untuk itu Kementerian Perindustrian , imbuhnya telah memprioritaskan pengembangan sektor strategis ini karena berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. “Industri perkapalan mempunyai peran penting, mengingat karakteristiknya yang padat karya, padat modal dan padat teknologi. Makanya, perlu penanganan dan perhatian yang serius dari pemerintah sehingga mampu tumbuh dan berkembang,”  terangnya.

 

Maka dari itu, Airlangga memberikan apresiasi kepada PT. SMI Shipyard yang telah mengoperasikan dua unit graving dock terbarunya, masing-masing dengan ukuran 280m x 45m berkapasitas 120 ribu DTW dan 320m x 55m berkapasitas 150 ribu DWT. Fasilitas yang dibangun mulai tahun 2011 dengan nilai investasi sebesar Rp510 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.400 orang ini merupakan salah satu dok kolam terbesar di Indonesia.

 

Selain itu , Airlangga mengutarakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri. Momentum ini semestinya dapat dimanfaatkan oleh industri perkapalan nasional sebagai sebuah peluang yang potensial guna meningkatkan kemampuan dan utilisasi khususnya untuk pembangunan armada baru.

 

“Diharapkan dengan adanya proyek-proyek pembangunan kapal baru, dapat juga memacu penyerapan tenaga kerja serta yang lebih penting adalah kemampuan dalam meningkatkan penguasaan teknologi,”  tegasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama , Direktur Utama PT. SMI Shipyard Tradju Trsina menuturkan bahwa  fasilitas graving dock terbarunya telah dilengkapi dengan alat berupa Jib crane sebanyak empat unit masing-masing memiliki kapasitas sebesar 40 ton.

 

Selain itu, imbunya, terdapat pelabuhan khusus sepanjang 800 meter untuk melakukan floating repair. “Hingga saat ini, kapasitas shipyard kami bisa memperbaiki kapal mencapai 150 ribu DWT,”  pungkasnya.

 

Red

Editor : Intan

Mungkin Anda juga menyukai